Home » Perkembangan Bayi / Anak, Tips

Tahapah perkembangan berbicara bayi

2 November 2007 9 Comments

Perkembangan berbicara bayi dan anak

  • Sekitar umur 7-8 bln bayi mulai bisa bersuara satu suku kata, misalnya:ma/pa atau ta, atau da
  • Sekitar umur 8 – 10 bulan bisa bersuara bersambung, misalnya : ma-ma-ma-ma,pa-pa-pa-pa, da-da-da-da- , ta-ta-ta-ta
  • Sekitar umur 11 – 13 bulan mulai bisa memanggil : mama !, papa !
  • Sekitar umur 13 – 15 bulan mulai bisa mengucapkan 1 kata, misal : mimik,minum, pipis
  • Sekitar umur 15 – 17 bulan mulai bisa mengucapkan 2 kata
  • Sekirtar umur 16 – 18 bulan mulai bisa mengucapkan 3 kata
  • Sekitar umur 19 – 22 bulan mulai bisa mengucapkan 6 kata
  • Sekitar umur 23 – 26 bulan mulai bisa menggabungkan beberapa kata : mimik cucu
  • Sekitar umur 24 – 28 bulan mulai bisa menyebutkan nama benda, gambar
  • Sekitar umur 26 – 35 bulan, bicaranya 50 % dapat dimengerti orang lain

(Sumber : Denver II, Frankenburg WK dkk, 1990)

Didapat dari milis balita anda

Bila informasi ini bermanfaat, share informasi ini melalui FB atau twitter. Tekan tombol ini untuk berbagi informasi
  • Facebook
  • Twitter

9 Comments »

  • indra said:

    kenapa anak saya kalau di ajari ngomong kok susah sekasli padahal umurnya sudah 3,5 tahun, kosakatanya terlalu sedikit kadang kalau mau bercerita sering mengunakan tangganya (isarat) tanpa di ajari, sewaktu umur 13 bulan sudah muali belajar ngomong, tapi lama lama sampai umur 3 tahun kosakatanya sering hilang,
    tapi skarang mulai berbicara walau masih satu satu

  • Reader said:

    Pak indra, apakah anak bapak dapat memahami perkataan bapak jika diajak bicara. Jika tidak (maaf sebelumnya) sepengetahuan saya, kemampuan berbicara bayi/anak itu sangat berkaitan sekali dengan respon mendengar. Tapi mudah2an masalahnya bukan pada respon pendengaran.

    Dicoba terus pak untuk dirangsang kemapuan bicaranyanya, dengan gerakan dan suara.

    jika dia minta sesuatu dengan bahasa isyarat, dicoba untuk tidak memberikan sesuatu tersebut sambil merangsang dia berbicara, setelah dia berbicara baru kita berikan apa yang dia minta.

    Untuk pastinya, bapak coba konsultasikan dengan DSAnya saja

  • nanik said:

    anak saya berumur 20 bulan.sampai sekarang dia belum bisa bicara.bisanya cuma bilang bil kalo ada mobil atau sedang main mobil2an.tapi kalo diajak ngomong atau disuruh sepertinya dia mengerti, misalnya habis minum susu saya suruh dia untuk naruh botolnya di tempat cucian dia mau atau suruh buang sampah dia mau.yang saya pertanyakan kenapa sampai sekarang dia belum bisa ngomong?

  • Yudho Indardjo said:

    Ibu Nanik, dan yang lain. Saya bukan ahli tentang anak, hanya sekedar sharing pengalaman. Anak saya kebetulan tidak sulit berbicara. Pengalaman saya ketika anak pertama mulai diusianya sekitar 9 bulan, saya tidak mengajarnya berbicara, tetapi memang mengajaknya berkomunikasi, terutama melalui suara. Pada saat saya berbicara dengan dia, selalu saya pancing dia untuk memperhatikan saya, saya ucapkan satu – dua kata perlahan-lahan dan berulang-ulang. Misalnya kata Mama atau Papa. Saya tidak mematok target berapa kata, juga tidak memaksa, hanya mengikuti mood-nya si-anak, dan tetap memonitor dari hari ke hari. Lalu suatu saat jika dia berhasil, kita beri perhargaan, berucap pelukan kasih sayang atau yang lain. Dan juga, misalnya dia berhasil mengucapkan kata “Papa”, kita harus merespon sungguh-sungguh, dengan datang segera setelah dipanggil. Saya rasa si anak akan merasakan efek atau keuntungan dengan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi.
    Well, ini hanya pengalaman saja. Mungkin bermanfaat.

  • Purwanto said:

    Salam… mohon arahan… anak saya perempuan umur 15 bulan, anaknya aktif dan cepat tanggap dan mengerti. tetapi untuk berbicara BELUM BISA seperti anak sebaya… seringya kalau memanggil cuma ” Eeehh ” dengan lantang dan keras. Mau berbicara cuma pada saat tertentu misal
    - Ketika nangis menyebut ma-ma (Pak..pa-pa blm bisa)…
    - Ketika meminta lagi berbicara Eneh(jawa) = lagi
    - Ketika menolak ” Emoh (jawa) = tidak mau
    Sementara baru kata2 itu….
    Dalam bergaul anak saya mudah menyesuaikan dan dominan diantara teman2nya.
    Ketika ditanya dan diperintah dia mengerti dan melaksankan. misal diminta berdiri, duduk, cuci tangan, tidur, lari dll…
    Kalau diputarkan lagu anak2 seringya melihat sambil goyang2 kepala tapi tidak mau menirukan suaranya.
    kalau diajari berbicara malah senyum-senyum malu (intinya dia tau kalau sedang ddiajari) tidak mau menirukan.

    Mohon Saran…
    Terimakasih

  • Anastasia said:

    Di usia 7-8 bulan, sangat baik untuk mulai meningkatkan minat komunikasi anak dengan menggunakan bahasa isyarat bayi yang khusus diciptakan untuk bayi mendengar. Dengan metode ini anak diberikan dua pilihan untuk berkomunikasi: dengan kata-kata atau gerakan (isyarat). Karena anak belum menguasai otot, syaraf dan ‘ilmu’ yang dibutuhkan untuk berbicara tapi sudah menguasai kemampuan motorik sederhana, maka isyarat menjadi pilihan utama. Dengan berisyarat, anak dapat menyampaikan apa yang dipikirkan dan dibutuhkan mereka tanpa harus menangis. Hal ini membuat mereka merasakan keuntungan dalam berkomunikasi sehingga mereka bersemangat untuk lebih cepat berbicara. Bahkan anak yang menggunakan bahasa isyarat lebih cepat berbicara daripada yang tidak! Kunjungi http://www.babysignsindonesia.com untuk keterangan lebih lanjut, atau search Baby Signs Indonesia di facebook.

  • Alberta Mcmurdie said:

    Superb document and additionally simple to make sure you recognize justification. Exactly how can Document keep performing obtaining concur to make sure you publish component for the post into my approaching e-newsletter? Getting correct credit scores in your direction all the publisher and additionally web page link to website won’t deemed a dilemma.

  • Raleigh Coughran said:

    Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

  • herve leger dress sale said:

    This is the ideal blog for anybody who wants to find out about this particular question. You realize a lot of its almost really difficult to argue with you (not that I actually would definitely want…HaHa). You certainly put a fresh spin for a topic thats been discussed for many years. Superb stuff, just simply wonderful!

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.