Bolehkah menggunakan baby walker?

Dari tulisan Dr. Ika Fitriana

Dina saat ini berusia 9 bulan dan sudah bisa berdiri, bahkan mulai berjalan berpegangan. Gerakannya yang makin lincah dan keinginannya berjalan ke sana-kemari membuat orang kelelahan menjaga.Sepertinya menggunakan baby walker merupakan saat yang tepat, namun amankah untuk anak?
Memakai baby walker untuk bayi yang sedang belajar berjalan sebenarnya telah menjadi “tradisi” sejak –setidaknya- pertengahan tahun 1600-an, dan baru dua dekade belakangan, para ahli menemukan bahwa bahayanya jauh melebihi keuntungannya. Di negara maju, diperkirakan 25.000 anak per tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat akibat kecelakaan yang berkaitan dengan baby walker. Tentunya timbul pertanyaan, mengapa demikian?

Penyebab kecelakaan tertinggi

Di antara seluruh produk untuk bayi, baby walker menuruti peringkat pertama penyebab kecelakaan pada anak kecil dengan angka cukup signifikan. Bahkan, tak main-main, sebuah penelitian pada 271 anak yang celaka akibat baby walker, 96%-nya terjadi akibat anak jatuh dari tangga saat ia memakai baby walker-nya. Kasus yang lain yang pernah dilaporkan adalah jari terjepit, tersandung, luka bakar, ataupun menelan benda asing.
Pemakaian baby walker terbatas pada usia tertentu yaitu usia 5-15 bulan, ketika bayi sudah mulai duduk tegak namun belum dapat berjalan sendiri. Ini menyebabkan kecelakaan paling banyak terjadi pada usia tersebut.
Berikut hal-hal yang sering terjadi:
Jatuh. Ini yang paling banyak terjadi. Bayi bergerak dengan cepat, tersandung, dan baby walker terguling membuat ia terbentur benda keras atau jatuh ke lantai, lebih parah lagi bila jatuh ke tangga. Penelitian menunjukkan, 60-90% kecelakaan di tangga berhubungan denga baby walker. Banyaknya anak tangga berkorelasi dengan keparahan kecelakaan dan lantai yang keras di dasar tangga juga turut memperparahnya. Kepala adalah anggota tubuh yang paling sering terkena dibandingkan anggota tubuh lain.
Terbakar atau terluka. Dengan memakai baby walker, anak dimungkinkan meraih benda-benda di tempat lebih tinggi yang berbahaya untuk mereka seperti gelas berisi air panas, pisau, vas bunga dari kaca dan lain-lain. Posisi anak yang mendongak saat meraih benda menyebabkan kebanyakan kasus terjadi di daerah wajah dan kepala.
Gangguan Perkembangan dan baby walker. Banyak orang tua percaya baby walker dapat membantu anak mereka berjalan. Sesungguhnya ini tidak benar. Bahkan, fakta makin memperlihatkan baby walker malah memperlambat perkembangan anak.
Sebuah penelitian pada anak kembar menunjukkan anak yang diletakkan di baby walker mengalami gangguan motorik berjalan dibandingkan saudara kembarnya. Perhatikanlah, anak tanpa baby walker akan lebih bebas berguling, duduk dan berdiri, bergerak mengambil sesuatu, dan bermain di lantai yang merupakan dasar untuk belajar berjalan, ketimbang bergeser ke sana kemari dengan baby walker.

Pengawasan tak menjamin

“Saya selalu mengawasinya kok” atau “Saya menggunakan pagar di tangga, jadi anak tak mungkin jatuh,” ternyata tidak menjamin anak tak mengalami kecelakaan akibat baby walker. Dari sebagian besar kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker, lebih dari setengahnya memiliki pagar di tangganya. Bisa dibayangkan, bayi dalam baby walker dapat bergerak satu meter perdetik, dan dengan usianya, ia belum memiliki kontrol terhadap kecepatan sehingga ketika kita lengah sedikit saja, si bayi yang aktif telah sampai di ujung ruangan dan terlepaslah ia dari jangkauan. Bahkan, dari 271 anak yang celaka akibat baby walker, 78%-nya sedang dalam pengawasan dengan 69%-nya diawasi oleh orang dewasa.
Bagaimana dengan tanda peringatan yang selalu ada di setiap kemasan produk tersebut? Dari studi yang sama, sebagian besar orang tua menyadari sebelumnya bahwa baby walker memang berpotensi menyebabkan kecelakaan, bahkan setelah kecelakaan terjadi, sebagian dari mereka ada yang memakai kembali baby walker pada anak yang sama atau pada adiknya dengan berbagai alasan, misalnya “si bayi tampak menyukainya”, atau “kecelakaan yang terjadi bukan karena baby walker-nya, tetapi karena kelengahan”, dan sebagainya. Sehingga, tanda peringatan tentang bahaya baby walker tidaklah efektif untuk mencegah kecelakaan yang bisa terjadi.

Jadi, bagaimana dong?

Meskipun di negara maju telah ada usaha untuk menyegel produksi atau penjualan produk baby walker, namun hal ini menjadi sulit karena dianggap belum cukup bukti. Selain itu, tak semua orang tua setuju dengan penyegelan ini sehingga muncullah alternatif produk serupa baby walker yang lebih aman. Misalnya, telah dipasarkan baby walker tanpa roda yang tetap membuat anak gembira karena ia tetap bisa berdiri, berputar, ataupun berjingkat. Dan yang jelas mengurangi risiko kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker. Selain itu, banyak industri yang memodifikasi ukuran baby walker sehingga melebihi ukuran pintu standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, menurut Child Accident Prevention Trust, semua usaha ini belum terbukti menurunkan jumlah atau derajat keparahan kecelakaan yang terjadi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.
Referensi
1. Smith AG, Bowman MJ, Luria JW, Shilds BJ, Baby Walker-related injuries continue despite warning labels and public education. Pediatrics Vol.100 No.2 Agustus 1997.
2. Child Accident Prevention Trust. Baby Walker Factsheet, 2004. Tersedia dalam: www. capt.org.uk

mimimi shirt for baby

Bila informasi ini bermanfaat, share informasi ini melalui FB atau twitter. Tekan tombol ini untuk berbagi informasi
  • Facebook
  • Twitter

Baca juga:

Tags: ,

Hanya Rp 40.000
kaos bayi Kids/Baby t-shirt with cute wording only at http://minimishop.com

16 Responses to “Bolehkah menggunakan baby walker?”

  1. ance ruslan
    December 4th, 2007 at 4:36 am

    Wuaduh….jadi ngeri nih baca bahayanya memakai baby walker. Padahal saya berencana utk membelikan annisa anak sy yg saat ini berusia 10 bln. Jadi bagaimana dong, sy kasian sama neneknya yg terus2an gendong dia kecapean, sedangkan sy wanita pekerja.

  2. arva
    May 5th, 2008 at 11:23 am

    sebenernya saya berencana menggunakan baby walker dengan alasan yang mungkin sama dengan yang lain yakni agar baby tdk sering digendong dan dia lebih banyak bergerak untuk meningkatkan motoriknya. tapi ternyata, saat mencoba menggunakan baby walker di tempat salah seorang keluarga baru 10 menit dan itu diawasi oleh kami kedua orang tuanya, dalam hitungan detik anak kami sudah siap terjun bebas karena ingin memegang sesuatu yang ada dikakinya. syukurlah semua dengan cepat diantisipasi. tapi sejak itu saya memutuskan untk tdk menggunakan baby walker hingga dia bisa berjalan sendiri.
    lebih baik capek dari pada anak celaka..

  3. ria
    May 15th, 2008 at 3:15 pm

    yaaaa padahal saya sudah membelikan baby walker untuk azka putri saya umur 8bln dengan harapan azka bisa cepat belajar jalan. setelah baca ini jadi ngeri juga.

  4. Winda Arimbi
    May 22nd, 2008 at 9:24 am

    sebenarnya saya sudah tau informasi tentang baby walker, kalau baby walker yang duduk itu tidak dibolehkan. Menurut informasi yang saya dapatkan, baby walker yang duduk bisa membuat kaki si anak jadi bengkok karna si anak harus setengah antar berdiri dengan duduk. Akhirnya saya membeli yang bisa didorong2 ( yang bisa jg dijadikan mobil2an). Tapi karna anak saya Faiq pernah terjatuh, saya dengan suami saya memutuskan membeli yang model duduk. Alhasil, tidak satupun yang mau digunakan oleh Faiq anak saya. Faiq lebih suka baby walker yang didorong itu dijadikan mobil2an. Sedangkan baby walker yang duduk cuman jadi hiasan aja.

  5. hermanabro
    June 19th, 2008 at 12:13 am

    saya lg mikirn -mikir bli jg ya ?

  6. hermanabro
    June 19th, 2008 at 12:14 am

    sy lg mikir-mikir bli jgn ya ?

  7. hermanabro
    June 19th, 2008 at 12:18 am

    stuju tuh ama ria.jd ngeri, tp sy bth kayaknya buat flaira. dh 9 bln, maunya ngorondang kesana kemari…pegang ini..pegang itu…pake babywalker pas kayanya

  8. lisa
    June 19th, 2008 at 5:28 am

    sebenarnya menggunakan baby walker tidak se ngeri yg dibayangkan…tadinya saya jg punya pikiran bahayanya menggunakan baby walker,namun karena ibu saya memaksa untuk menggunakannya karena tradisi org dulu mereka menggunakan baby walker,lalu saya beli jg..kegunaaNnya untuk aktivitas si kecil lebih banyak gerak dan asal dibawah pengawasan saya rasa tidak apa2

  9. Shinta
    June 25th, 2008 at 7:52 am

    saya liat di supermarket sekarang juga udah jarang dijual baby walker, jadi emang sebaiknya nggak dibeli aja ya? soalnya anak saya kemaren sempat mo dibeliin baby walker sama mertua saya, saya nggak izinin dulu…..karena membaca bahaya baby walker ini

  10. Dewi
    August 5th, 2008 at 8:17 am

    hmmm…..
    ngeri juga yah kalo baca artikel ini, tapi alhamdulillah bayi saya pake baby walker sejak umur 6 bulan gitu deh….dia sangat senang sekali, aktif lari kesana kemari…
    kita yang liat juga seruu….sekarang umurnya dah 8 bulan..alhamdulillah so far so good…
    tapi memang kalo dah semakin besar harus hati2….coz baby suka meliukkan badan n kepalanya ke belakang…

  11. abyan
    September 24th, 2008 at 7:08 am

    Salam buat bayikita

    bayi saya usianya 6 bulan , sejak beberapa minggu lalu kami sering jalan 2 keluar rumah, tiap pagi dan sore jika cuaca tidak panas / hujan. tiap jalan saya selalu memakai gendongan bayi , bayi saya menghadap ke depan .. Amankah memakai gendongan bayi ?,

  12. froz!
    October 28th, 2008 at 2:30 pm

    tengkyu infonya :d

  13. veronica
    November 10th, 2009 at 6:10 am

    Saya pakai untuk anak saya ketika dia berusia 9 bulan. dia memakai hanya 2 bulan setelah itu dia jalan. Ya memang ada rasa khawatir, tapi selama kita slalu mengawasinya it’s ok. Karena dari pengalaman teman2 saya, baby walker yg sering mengakibatkan kecelakaan adalah Baby walker yg bentuknta bulat.
    Jadi saya membeli Baby walker yang kotak dan ada remnya disalah satu sisi roda.
    Kalau Baby walker bulat biasanya berukuran kecil. Dan dikarenakan tidak ada sudutnya, bila sikecil berusaha jalan agak cepat sedikit bisa miring atau jatuh.
    1 lagi, baby walker bulat biasanya memang lebih murah karena bahannya sangat mudah rusak.

  14. yuliani
    November 12th, 2009 at 9:36 am

    setuju bu VERONIKA .. pengalaman anak pertama saya pernah jatuh .. karen bentuk yang bulat itu kecil dan gampang jatuh., yang kotak lebh aman…
    bulan sekarang anak yg kedua pakai yang kotak .. agak gede .. moga-2 tidak terulang … AMIN

  15. ira
    June 15th, 2010 at 7:46 am

    Anak saya sekarang usianya 8 bulan, nenek ama kakeknya kewalahan klo gendong dia..abis gak mau diem maunya loncat2 so saya beliin aja baby walker..tapi emang bener bentuk baby walker yg kotak jauh lebih aman dan bahannya lebih tebal dibandingkan bentuk bulat..dari harga juga berbeda..kebetulan rumah saya tidak ada tangganya..so sejauh ini Alhamdulillah aman2 aja..

  16. rosia sihombing
    July 9th, 2010 at 8:17 pm

    setuju yg kotak memang lebih aman dari terjatuh,tapi tetap harus diawasi,meski tidak ada tangga,kadang suami/kita agak ceroboh semisal habis minum kopi gelas ditaruh diatas meja yg dapat terjankau oleh si kecil,hati2 juga soal kabel2 yg mungkin terjuntai,meja rias,terutama jangan sedetikpun si kecil bisa masuk kearea dapur,pegalaman saya, saya kosongkan sampai kosong melompong,eh hasilnya anak saya yohana 8 bulan bisa ngebut berlari yg hasilnya juga bisa sangat berbahaya bila membentur kursi/meja.

Leave a Reply