Home » ASI, Tips

Tips Menyusui dan Menyimpan Asi

13 June 2010 2 Comments

PENGETAHUAN dasar tentang menyusui dan menyimpan air susu ibu (ASI) sangatlah dibutuhkan. Situs milik Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial Amerika Serikat, fda.gov/fdac/feature memberikan kiat agar seorang ibu sukses menyusui. Selain itu, ada juga tip menyimpan ASI dari dr anak Utami Roesli.

Sukses menyusui

  • Menyusui disarankan dimulai satu jam setelah melahirkan. Meskipun belum mengeluarkan air susu, namun sudah bisa menghasilkan kolostrum yang berfungsi sebagai antibodi bagi bayi.
  • Frekuensi menyusui bisa diberikan berdasarkan kebutuhan. Namun, bayi yang baru lahir biasanya menyusu setiap dua jam sekali.
  • Berhati-hati terhadap kemungkinan infeksi yang bisa terjadi pada putting susu. Gejala infeksi biasanya diikuti dengan demam dan rasa sakit. Bila hal itu terjadi, segera periksakan ke dokter.
  • Tingkatkan kualitas makanan yang dikonsumsi. Wanita menyusui dituntut untuk melakukan diet seimbang agar kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi dengan baik.

Menyimpan ASI Perah

  • Mengeluarkan ASI sebaiknya jangan menggunakan peralatan pompa manual yang banyak dijual di apotek dan toko-toko. Umumnya, dokter tidak menyarankan menggunakan alat pompa manual karena bisa merusak jaringan payudara, dan proses sterilisasi peralatannya diragukan. Disarankan menggunakan pompa listrik, atau sistem perah tiga jari yang bisa dipelajari di klinik-klinik laktasi.
  • SI yang telah diperah sebaiknya disimpan di dalam botol-botol kecil yang sudah disterilkan, sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan. ASI yang telah dipanaskan tidak bisa disimpan kembali di dalam termos ataupun lemari pendingin.
  • Ketahanan ASI:
    • Disimpan di ruang terbuka bisa bertahan enam hingga delapan jam.
    • Di termos yang berisi es bisa bertahan sekitar 24 jam.
    • Disimpan di tempat buah, lemari es, bisa bertahan 2 kali 24 jam.
    • Disimpan di freezer berpintu sama dengan tempat buah, daya tahan ASI mencapai dua minggu.
    • Disimpan di freezer yang pintunya berbeda dengan tempat buah atau sering disebut lemari es dua pintu, ketahanan ASI mencapai tiga bulan.
  • Bila tidak sangat terpaksa, umumnya para dokter tidak menyarankan penyimpanan ASI di freezer. Sebab, ASI yang telah disimpan di freezer akan kehilangan beberapa jenis antibodi yang dibutuhkan bayi.
  • Jangan memanaskan ASI langsung di atas api. Gunakan air panas yang mengalir untuk menghangatkan ASI sebelum diberikan kepada bayi.
Bila informasi ini bermanfaat, share informasi ini melalui FB atau twitter. Tekan tombol ini untuk berbagi informasi
  • Facebook
  • Twitter

2 Comments »

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.