Home » Kesehatan Bayi / Anak

6 Penyakit Umum di Tahun Pertama Kehidupan Bayi

16 October 2010 34 Comments

Jakarta, Seorang bayi sangat mungkin mengalami satu atau lebih penyakit

selama tahun pertama kehidupannya. Hal ini karena bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal, sehingga rentan terkena penyakit.

Dikutip dari Babycenter, Jumat (27/8/2010) ada 6 penyakit yang sering menimpa bayi di bawah usia satu tahun, yaitu:

Konstipasi (sembelit)
Sembelit adalah suatu kondisi yang sangat umum terjadi dan kemungkinan mempengaruhi sekitar 30 persen anak-anak di usia tertentu. Biasanya bayi belum memiliki jadwal normal untuk buang air besar. Bisa saja bayi BAB setiap setelah makan, harus menunggu satu hari atau bahkan lebih dari sehari. Pola ini tergantung dari apa yang bayi makan, seberapa aktif bayi tersebut dan seberapa cepat ia mencerna makanan. Tapi nantinya orangtua akan bisa menemukan pola BAB bayinya.

Salah satu petunjuk yang menunjukkan bahwa bayi mengalami sembelit adalah frekuensi BAB-nya kurang dari biasanya, terutama jika sudah lebih dari 1-3 hari sehingga membuat ia merasa tidak nyaman. Selain itu feses yang keras atau kering juga merupakan salah satu gejala sembelit.

Batuk dan pilek
Hampir dipastikan semua bayi pasti pernah mengalami kondisi ini selama tahun pertamanya. Diperkirakan ada ratusan virus yang bisa menyebabkan pilek, dan bayi pada umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Selain itu bayi seringkali memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut yang membuat mikroorganisme bisa masuk ke dalam tubuh bayi.

Pada umumnya bayi akan lebih sering mengalami batuk dan pilek pada musim dingin atau menghabiskan waktu lebih banyak di dalam ruangan, karena ruangan membuat virus mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Rata-rata orang dewasa menderita pilek 2-4 kali dalam setahun, tapi anak-anak mendapatkan rata-rata 6-10 kali setahun.

Bayi yang mengalami pilek akan disertai dengan hidung meler, sulit bernapas, bersin, demam rendah atau batuk. Jika ia sudah sampai sulit bernapas, maka biasanya bayi akan lebih rewel karena merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini lebih dari 10 hari, sebaiknya periksakan bayi ke dokter untuk mengetahui penyabab pastinya.

Ruam popok
Diperkirakan hampir semua bayi yang menggunakan popok akan mengalami ruam popok pada tahap tertentu, sekitar 1 dari 4 bayi mengalami ruam popok dalam usia empat minggu pertamanya. Ruam popok bisa terjadi jika bayi terlalu lama menggunakan popok kotor atau bayi memiliki kulit yang sensitif. Kondisi ini akan ditandai dengan kulit yang merah, kasar dan terasa sakit.

Hal ini disebabkan popok tidak bisa menyerap semua urin yang dikeluarkan oleh bayi, karenanya urin yang bercampur dengan bakteri dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan ruam popok.

Diare
Diare cenderung terjadi pada bayi jika frekuensi BAB-nya menjadi lebih sering, mudah mengeluarkan kotoran dan juga fesesnya lebih encer (berair). Diare dapat berlangsung selama beberapa hari dan kadang disertai dengan nyeri kram. Sebagian besar kasus diare pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Diare yang disebabkan oleh infeksi virus dapat disertai dengan muntah-muntah, sakit perut, demam, menggigil dan timbul rasa sakit. Sedangkan diare akibat infeksi bakteri disertai dengan kram, darah pada feses, demam dna mungkin muntah. Tapi diare juga bisa disebabkan oleh alergi makanan dan reaksi obat antibiotik.

Infeksi telinga
Secara fisik bayi memang cenderung mudah terkena infeksi telinga. Hal ini dipengaruhi oleh ruang kecil di belakang gendang telinga yang terhubung ke bagian belakang tenggorokan oleh saluran kecil yang disebut tabung Eustachio. Segala sesuatu yang bisa mengganggu fungsi dari tabung ini seperti pilek atau alergi dapat meningkatkan risiko alergi. Hal ini karena tabung Eustachian pada bayi cukup rata.

Gejala bayi yang mengalami infeksi telinga seperti adanya perubahan mendadak dalam hal perilaku (menangis dan mudah tersinggung), bayi sering menarik atau menggosokkan telinganya, demam, merasa sakit, muntah dan kadang-kadang disertai diare.

Muntah
Bayi biasanya akan lebih sering muntah jika diperkenalkan pada beberapa makanan baru atau terlalu banyak makan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah alergi, menelan sesuatu yang beracun, terlalu kuat saat batuk atau menangis.

Pada umumnya muntah yang terjadi pada bayi tidak berbahaya, selama kondisi tersebut tidak bersifat persisten. Jika terus menerus muntah bisa jadi sebagai tanda penyakit seperti gastroenteritis, infeksi saluran kemih, infeksi telinga atau sesuatu yang serius lainnya.

Bila informasi ini bermanfaat, share informasi ini melalui FB atau twitter. Tekan tombol ini untuk berbagi informasi
  • Facebook
  • Twitter

34 Comments »

  • Krisna said:

    Akir2 ini anaku sering sakit. Dah sktr 4bln mski tk stiap hri.. Anaku skt kejang, dah aq bw ke dokter spisialis anak & saraf tp tk kunjg smbuh. Pdh hsl EEG & ck darah kt dkter normal. Tlg klo da yg tau obty kash tau ya?..

  • yenti said:

    Bagaimana mengatasi anak yang malas makan ya?

  • sarah said:

    jadi kita harus mewaspadai penyakit anak kita ya dr asuapan makanan dll

  • Sandy said:

    iyah betul…makanan bahkan mungkin susu yah…bisa bikin anak sakit..klo masih bayi mah lebih baik ASI yah. kalo udah balita lebih baik mengurangi jajanan juga makanan/minuman manis yah bun

  • Alexa said:

    virus dan bakteri itu macam2 yah….biasanya terdapat dari yang di asup sama c kecil yah

  • Lola said:

    Intinya semua penyakit itu brati dari yang dimakan atau diminum yah?
    pada dasarnya kalau mau sehat, anak kecil (bayi/balita) sampai orang dewasa mesti menjaga yang di asup?
    Sepetinya susah juga yah…kalau gak masak sendiri/buat sendiri…

  • rennie said:

    klo masih 1 tahun pertama yah obat paling mujarab yah asi, anakku waktu masih asi jaraaaang bgt yg namanya kena batuk pilek, klo kena pun ga perlu obat, susuin aja yg sering dan jemur, dijamin cepat sembuh. Nah saat da lepas asi tuh yg mulai sering kena batuk pilek, tp tetap aku ga mau kasih obat, aku uapin aja, ma jemur. Jaga makan anak juga penting agar ga gampang sakit

  • estevania said:

    paling aman memang kasi asi pada bayi….krn asi modal utama utk daya tahan tubuh anak kita jd kuat…lalu biasain kasi sayur dulu baru buah”an dan jaga pola makan yg baik

  • wiwinfuzi said:

    sekarang dengan semakin canggihnya dunia pengetahuan, semakin banyak juga segala penyakit yg kita ketahui…. jagalah anak2 kita dg memberikan asupan giz yg baik terutama ASI karena asi memberikan kekebalan tubug yg lebih banyak dibanding dg SUFOR… dan setelah masa sapih biasakan juga dengan pemberian susu yang bail unsur nutrisinya sesuai dg kebutuhan anak

  • regina said:

    setuju bgt, anak asi emang lebih sehat dibanding anak yg ga asi. Tp kan max asi sampe anak umur 2 thn aja, abis tuh yah harus pinter2 cari sufor, ga selalu sufor mahal itu bagus, sama seperti ga selalu gemuk itu sehat.

  • clara said:

    SETUJU!!! Berikan anak asix di 6 bulan kehidupannya, lanjutkan sampai anak umur 2 tahun, setelah itu klo anak minum sufor, cari sufor yg paling tidak dekat dengan asi kandungannya, rasanya yg ga terlalu manis. Makanan yg lain juga harus diperhatikan, jangan sampai anak konsumsi gula tambahan berlebih

  • milla said:

    berhubung udara sekarang makin kotor kasian anak kita yg masi kecil jd sering sakit…..makanya asi itu penting dan makan yg bergizi jd badan anak kuat dr kuman diluar….

  • rissa said:

    anakku dulu susah makan, jdnya aku kasi susu krn takut perutnya ga mantep….tapi belakangan sejak aku suka masak dia malah suka banget masakanku jadinya sekarang jarang sakit dan aku kasi susu yg ga manis supaya dianya juga ga kelewat eneg

  • nina said:

    anaknya temen ku kena diare nih..
    katanya dokter sih gak cocok sama sufornya..
    katanya sihhhh.. disuruh cari yang gulanya sedikit juga..
    soalnya anak kalau masih bayi suka sensitip…

  • Maya Faiz said:

    bener ya akupun ngerasain kalo aank asi itu lebih kebal daripada anak sufor. tapi ttp aja asi harus berakhir di usia 1 atau 2tahun. jadi pilih sufornya itu yg harus hati2

  • Winnie Lim said:

    selain sufor yg bener, makanan yg sehat dan bersih yg paling penting bunda klo untuk anak2…

  • Triana said:

    ati2 jg loh bunda bunda kasih susu formula ke balita, skrg banyak mengandung bakteri dan gula tambahan.

  • irene said:

    emang susu ada gula tambhannya ya ?? caranya gmn kita tau kl ada gula tambahan dlm susu anak kita

  • arienta said:

    kalo anakku sie sukanya susu yg ga manis jadi sblmnya aku cari nya setngah mati tp ada anmum yg ga ada gula tambhan dan anakku cocok ya udh pake itu aja

  • Vivi said:

    Untuk mengantisipasi penyakit2 kita harus memperhatikan pola makanan dan kandungan makanan yang di konsumsi oleh anak kita, jika anak kita sehat maka kemungkinan untuk terkena penyakit akanlah lebih sedikit. Selain itu kebersihan dari lingkungan dan anak kita sendiri juga harus kita perhatikan.

  • Sinta said:

    @bunda Arieta, sama bun anak ku juga suka sekali dengan susu Anmum,saya juga tenang karena kandungan gulanya yang sedikit, apalagi anak saya susah makan jadi saya lebih tenang deh sekarang.

  • Kirani said:

    Lebih takut sekarang menyerahkan anak kita ketangan seorang pengasuh, kadang kita aja suka takut dan bingung memberikan makanan dan menjaga si kecil agar tidak sakit, apalagi kalau orang lain yang mengurusnya. Pokoknya yang paling penting sih menurut saya aadalah makanan yang di konsumsi si anak itu. Makanan sehat dan bergizi = jauh dari penyakit.

  • tania said:

    Bayi biasanya akan lebih sering muntah jika diperkenalkan pada beberapa makanan baru >> wah.. bener2.. anakku waktu pas baru coba sufor pertama kali langsung muntah.. pas dibawa kedokter.. kata dokter.. mungkin anaknya gak suka sama rasa sufornya.. terlalu manis kali yah…

  • maylinda said:

    anakku juga sempet muntah dan diare pas ganti sufor..
    kelihatannya ada yg gak cocok sama pencernaannya..
    akhirnya sempet coba2 beberapa merk sufor,dan akhirnya cocoknya sama anmum essential..
    apa karena gak ada gulanya jadi gak bikin masalah sama pencernaan..?

  • yuning said:

    kalau untuk anak yg masih asi tapi terjadi diare/muntah,berarti ada yg dikonsumsi ibu nya tidak cocok dengan pencernaan anak..tapi kalau terjadi diare/muntah pada anak yg minum sufor berarti ada kandungan sufor yg tidak cocok dengan pencernaan anak..
    cek dulu tabel nutrisi di kemasan sufor agar tau kandungan apa saja yg ada dalam sufor tsb..
    coba berikan anak susu yg tidak ada kandungan gula tambahannya,karena mungkin saja anak muntah/diare karena kandungan gula yg tinggi pada susunya..

  • puspa said:

    bila tidak ingin anak gampang sakit2an maka daya tahan tubuh anak harus diperkuat..dengan memberikan anak asupan gizi yg lengkap..minum susu dan juga vitamin jika memang diperlukan..

  • linda tsuji said:

    susu dan vitamin pasti sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak, namun kita juga harus selektif dalam memilih produk susu yang baik kandungan gizi dan vitaminnya

  • miranthy said:

    benar bun tapi bagaimana pun tetap pola makan yang harus diutamakan, karena bagaimana juga gizi yang paling lengkap itu kita dapat dari asupan makanan yang terdiri dari lauk pauk dan sayuran atau 4sehat 5sempurna, baru ditambah dengan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya

  • tiaradewi said:

    pola makan yang baik saja kita berikan kepada anak yaitu semua unsur nutrisi yang dibutuhkan anak terpenuhi, dan mulai dari sekarang kurangi penggunaan gula tambahan berlebih dan biasakan anak berolahraga agar aktivitas tubuhnya baik…

  • cecilias said:

    asi tetap paling baik.. kalau sudah selesai asi.. selama anak itu sudah diatas 2 tahun.. bisa minum pasteurized milk atau UHT.. dia lebih bagus dari pada sufor..

  • wibel said:

    Bayiku baru 2,5 bulan neh, klu malam sering susah nafas, trus hidungnya bunyi ‘grok-grok’ kayak ada ingusnya, tapi gak pernah keluar klu di isap. Apa bayi saya kena penyakit atau normal aja, thank’s ya…

  • Lia said:

    Feses anakku warnanya Hijau dan agak encer knpa ya?

  • Lidia Simbolon said:

    bayi saya umur 3,5 bln,saya sering hisap telinganya habis mandi,karena katanya dengan isapan seperti itu bisa mengeluarkan air yang kemungkinan bisa masuk waktu mandi.1 bln terakhir ini setiap saya hisap,trus saya buang air liur bekas hisapan tadi kok ada darah dikit…kira2 apa yg terjadi ya dengan telinga bayi ku???

  • Tips Menghilangkan Jerawat - Tips Merawat Wajah Muka sekaligus MENGHASILKAN UANG BERLIMPAH said:

    ad tips lgi, klo anak sush makan, jngn dipaksa makan…krena hal ini bisa menimbulkan trauma pd anak, shga ntr gedenya juga bklna susuh mkn.

    ibu hrus cerdas dlm memilih altrntif mknn biar si kecil ngrsa fun pas mkn.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.